Kamis, 23 April 2015

Twitter perluas layanan direct message

Jakarta - Twitter memperluas layanan pesan langsung (direct message) dengan memperkenalkan dua fitur baru untuk mencegah penyalahgunaan.

Fitur pertama memungkinkan akun populer untuk terlibat dalam percakapan pribadi dengan pelanggan mereka tanpa harus follow back, fitur lainnya memungkinkan pengguna untuk menerima pesan langsung dari siapapun di Twitter.

Sebelumnya fitur pesan langsung (direct message) hanya bekerja antara pengguna yang mengikuti satu sama lain.

Meskipun pengaturan baru tersebut dapat dilakukan secara default, perluasan layanan pesan langsung (direct message) itu justru menambah kekhawatiran penyalahgunaan jejaring sosial.

Twitter sendiri saat ini tengah menguji coba fitur yang dapat mendeteksi dan membatasi postingan yang tidak sopan dalam upaya untuk mencegah kekerasan di media sosial.

Dari sisi fitur, layanan pesan langsung (direct message) tersebut saat ini dinilai tertinggal dari layanan Messenger Facebook. Sementara Snapchat, Line dan WeChat menjadi pemain utama di pasar pesan instan, selain WhatsApp milik Facebook.

Namun demikian, Twitter tampaknya memiliki ambisi yang kuat untuk layanan pesan langsung-nya di masa mendatang.

Dalam upaya untuk mendorong penggunaan pesan langsung, Twitter akan menampilkan tombol pesan langsung pada profil pengguna baik di iOS maupun Android, demikian Phone Arena.

Via : ANTARA News

Rabu, 22 April 2015

Pengguna domain co.id terus bertambah

Jakarta - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menyebutkan pengguna domain .co.id pada 2014 mencapai 57.858 domain.

Berdasarkan buku saku Kementerian Komunikasi dan Informatika yang diunggah di lamannya, Selasa, jumlah ini naik dibandingkan pada 2012 yang sebanyak 46.185 domain dan 2013 sebanyak 40.409.

Sementara itu, untuk pengguna domain .web.id terus berkurang hingga 47 persen sejak 2012.

Bila pada 2012 ada 46.185 domain yang digunakan, pada 2013 turun menjadi 26.380 dan 2014 turun menjadi 24.581 domain.

Sedangkan untuk domain .or.id, .go.id, .ac.id, dan lainnya masih jauh di bawah 20.000 domain yang digunakan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika terus mendorong penggunan domain asal Indonesia seperti .co.id.

Penggunaan .co.id sangat dianjurkan Kementerian Kominfo karena terdaftar di Indonesia sehingga lebih dapat dipertanggungjawabkan.

"Karena kalau pakai .com itu terdaftarnya di Amerika, kita, Kominfo tidak tahu identitasnya. Kalau pakai .co.id kan terdaftar di kita, jadi kita bisa tahu, sehingga bisa berkomunikasi, dan kita tahu kalau berkomunikasi dengan siapa," kata Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika bidang Komunikasi dan Informatika Henri Subiakto beberapa waktu lalu.

Via : ANTARA News