Rabu, 08 Oktober 2014

Microsoft tinggalkan Bing beralih ke MSN

Microsoft perlahan-lahan telah bergerak menjauh dari brand Bing sejak April.

Hal ini dimulai dengan Cortana yang mengambil alih Windows Phone (dan selanjutnya Windows platform lainnya), maka brand Bing telah dihapus dari aplikasi-aplikasi Microsoft di Windows Phone Store.

Saat ini brand tersebut telah diganti dengan MSN, meskipun brand tidak begitu meledak.

Ketika mengunjungi Windows Phone Store atau melihat daftar aplikasi, aplikasi akan tetap ditampilkan dengan nama saja, seperti Money (yang sebelumnya bernama Bing Finance), Sports, Weather, News, Travel, Health & Fitness dan Food & Drink.

Namun, deskripsi dari semua aplikasi di atas menampilkan nama MSN pada judul setiap aplikasi, misalnya MSN Weather, MSN Sports, dll. Hal ini mengikuti desain ulang web portal MSN.

Sejauh ini, update sedang terjadi. Semua aplikasi di Windows Phone sedang mengalami update rebranding. Hanya Bing Finance yang telah dialihkan ke MSN Money pada Windows 8.1, demikian seperti dilansir Phonearena.

Via : ANTARA News

Selasa, 07 Oktober 2014

Wajah Manusia Sarang Jutaan Tungau

Sebuah studi baru menemukan bahwa wajah kita adalah rumah bagi jutaan tungau, dan mereka tidak terpengaruh oleh pencucian dan pembersihan wajah yang terus-menerus. Dilansir dalam laman Delhi Daily News, penelitian ini dilakukan oleh Megan Thoemmes dan Rob Dunn dari North Carolina State University.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One edisi 27 Agustus 2014 ini menyebutkan orang yang berusia 18 tahun ke atas telah menjadi tuan rumah bagi sedikitnya satu spesies tungau yang bisa berjumlah hingga ribuan.

Hasil studi ini menyebutkan ada sekitar 48 ribu spesies tungau di seluruh dunia, dan dua dari mereka ditemukan di kulit wajah. Dua tungau ini ialah Folliculorum demodex dan Demodex brevis. Kedua peneliti itu menambahkan, limbah dan DNA tungau yang mati bisa bercampur dengan lapisan berminyak kulit.

Meski penelitian ini hanya dilakukan pada relawan Amerika, para peneliti yakin manusia di seluruh dunia bisa menjadi sarang hewan yang pandai beradaptasi dengan lingkungannya itu. 

Via : TEMPO.CO

Rabu, 03 September 2014

Ilmuwan gunakan E.coli untuk buat bahan bakar alternatif

London - Para ilmuwan dari Inggris dan Finlandia menemukan cara untuk menghasilkan propana menggunakan bakteri E.coli yang banyak ditemukan dalam usus manusia dan menyatakan temuan itu merupakan satu langkah menuju produksi bahan bakar komersial yang suatu hari bisa menjadi alternatif dari bahan bakar fosil.

Dalam hasil studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications, Selasa, tim peneliti dari dari Imperial College London dan University of Turku di Finlandia menggunakan Escherichia coli atau E.coli untuk menyela proses biologi yang mengubah asam lemak menjadi membran sel.

Para peneliti menggunakan enzim untuk menyalurkan asam lemak dalam jalur biologi yang berbeda sehingga bakteri itu menghasilkan propana terbarukan yang siap digunakan alih-alih membran sel.

Patrik Jones dari Department of Life Sciences pada Imperial College London, yang terlibat dalam penelitian itu, mengatakan tingkat propana yang dihasilkan oleh timnya sekarang seribu kali lebih rendah daripada yang akan diperlukan untuk mengubahnya menjadi produk komersial, jadi sekarang mereka bekerja memperbaiki prosesnya.

"Saat ini, kami belum sepenuhnya memahami bagaimana tepatnya molekul bahan bakar terbentuk, jadi sekarang kami berusaha menemukan bagaimana sebenarnya proses ini berjalan. Saya berharap lima sampai sepuluh tahun lagi kami bisa mencapai proses yang secara komersial layak yang akan secara berlanjut memenuhi kebutuhan energi kita," katanya.

"Meski kami hanya memproduksi dalam jumlah yang sangat sedikit sejauh ini, tapi bahan bakar yang kami hasilkan siap digunakan pada mesin," kata Jones.

Dia mengatakan sementara pekerjaan itu masih pada tahap sangat awal, mungkin 5-10 tahun dari titik dimana produksi komersial memungkinkan, temuan timnya merupakan bukti konsep jalan menghasilkan energi terbarukan.

Propana adalah bahan bakar bersih karena kandungan karbonnya rendah. Dalam bentuk terkininya, propana merupakan penyusun gas cair (Liquid Petroleum Gas/LPG), yang antara lain digunakan sebagai bahan bakar untuk mobil, sistem pemanas, sampai kompor kemping.

Bahan ini sudah diproduksi sebagai hasil samping pemrosesan gas alam dan penyulingan bensin, tapi keduanya merupakan bahan bakar fosil yang suatu saat akan habis.

"Bahan bakar fosil sumbernya terbatas dan...kita harus punya cara baru untuk memenuhi permintaan energi yang terus meningkat," kata Jones dalam pernyataan tentang riset itu sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Dia mengatakan, tantangan utama para ilmuwan adalah untuk mengembangkan proses terbarukan yang berbea rendah dan secara ekonomi berkelanjutan.

Saat ini alga bisa digunakan untuk membuat diesel tapi, menurut dia, proses itu secara komersial tidak layak karena pemanenan dan prosesnya membutuhkan banyak energi dan uang.

"Kami memilih propana karena ini bisa dipisahkan dari proses alaminya dengan energi minimal dan cocok dengan infrastruktur yang ada," kata Jones.

Via : ANTARA News

Minggu, 31 Agustus 2014

Presiden : pemerintah tak akan naikkan harga BBM

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pemerintahannya tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

Dalam wawancara yang diunggah ke situs Youtube, Presiden Yudhoyono mengatakan logika bahwa kenaikan BBM dilakukan karena APBN dalam tekanan tidaklah tepat.

"Saya punya pandangan berbeda kalau kita naikkan BBM tahun ini, kasihan beban rakyat terlalu berat. Tetapi saya juga terus memantau perkembangan seperti kontingensi, apabila tujuh minggu ke depan ada perubahan dramatis, harga minyak meroket, dan kalau tidak naikkan BBM, APBN kita jebol akan saya naikkan, tapi sebaliknya (saat ini-red) harga minyak cenderung turun, logika tidak kuat, itu logika pemerintah sekarang, saya juga harus menghormari pandangan lainnya, tapi harus juga mendengarkan mengapa kami memilih tahun ini tidak menaikkan harga BBM," kata Kepala Negara.

Presiden juga menilai kurang tepat bila ada pandangan bila pemerintahan yang dipimpinnya tidak menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi maka akan membebani pemerintahan selanjutnya.

Menurut kepala negara tidak baik bila menilai suatu pemerintahan memberatkan pemerintahan lainnya.

"Tidak baik bila satu pemerintah dituduh membebani pemerintahan yang lain. Setiap pemerintahan harus menghadapi tantangannya, dituntut mengambil resiko dan tantangan itu," tegasnya.

Presiden Yudhoyon menegaskan konsultasi dan perbincangan mengenai masalah transisi pemerintahan yang dilakukan saat ini merupakan babak baru dan capaian yang baik dalam politik nasional.

Kepala Negara juga menegaskan postur RAPBN 2015 dibuat fleksibel sehingga dapat memudahkan pemerintahan selanjutnya, mengenai adanya program atau anggaran yang belum terakomodasi, Presiden Yudhoyono mengatakan penyesuaian dapat dilakukan oleh pemerintahan selanjutnya dalam APBN- Perubahan.

Via : ANTARA News

Selasa, 19 Agustus 2014

Ilmuwan Berhasil Tumbuhkan Rambut di Kepala Botak

Columbia - Para ilmuwan telah berhasil menumbuhkan rambut di kepala tiga orang yang diberikan obat. Biasanya obat tersebut digunakan untuk menangani kelainan sumsum tulang.

Dipastikan, ketiga pasien itu menderita alopecia areata atau keadaan yang menyebabkan pitak, atau kebotakan di bagian tertentu, sehingga sulit diatasi. Hanya saja, setelah lima bulan dalam pengobatan ruxolitinib, rambut ketiganya tumbuh kembali.

Penemuan dari Universitas Columbia tersebut lalu diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Medicine ini mencatat sebanyak 1.000 orang di Inggris menderita Alopecia areata. Diyakini penyebabnya adalah sistem kekebalan yang menyerang kantung rambut atau follicle.

Sebelumnya, para ilmuwan Amerika Serikat (AS) mengidentifikasi sekelompok sel kekebalan tubuh yang berhubungan dengan perontokkan rambut, serta menggelar sejumlah percobaan yang berhasil dengan menggunakan tikus. Kemudian, mereka memberi asupan ruxolitinib dalam dosis tertentu dua kali sehari, kepada tiga penderita alopecia tingkat sedang hingga akut.

Di AS dan Uni Eropa, obat ini sudah disetujui untuk digunakan untuk penderita kelainan sumsum. Kini, ketiga pasien sudah mengalami pertumbuhan rambut lagi secara pesat selama lima bulan terapi.

Kepala periset Dr Raphael Clynes mengatakan, "Kami cuma baru memulai percobaan pengobatan ini, tetapi jika obat ini nanti terbukti benar-benar berhasil dan aman, dampaknya akan sangat luar biasa untuk mereka yang menderita penyakit ini." Ia menambahkan, diperlukan penelitian lebih jauh untuk memastikan apakah obat ini bisa digunakan lebih lanjut, demikian mengutip BBC, Selasa, (19/8). 

Via : Republika Online

Senin, 18 Agustus 2014

Microsoft segera luncurkan Windows 9

Jakarta - Microsoft akan merilis sistem operasi desktop terbaru yaitu 'Threshold'. 'Threshold' adalah nama baru untuk Windows 9 akan meluncur pada September mendatang.

'Threshold' yang bisa digunakan untuk perangkat tablet dan smartphone. Windows 9 akan mengusung sejumlah pembaruan untuk memudahkan pemakaian sistem operasi  pada perangkat yang tak memiliki touchscreen, demikian dilansir ZDnet , Senin.

Sebagian besar perubahan pada Windows 9 kemungkinan sengaja dibuat oleh Microsoft untuk menjawab kekecewaan sebagian pengguna yang merasa bahwa Windows 8 terlalu mengedepankan antarmuka layar sentuh.

Sejumlah fitur baru pada sistem operasi ini disebutkan mencakup Start Menu versi "mini", aplikasi "Metro" yang bisa berjalan di lingkungan desktop dan terbalut dalam "window", dan teknologi personal assistant Cortana.

Versi "Technology preview" dari Windows 9 bisa dicoba untuk publik dan siapapun bisa menggunakan. Kemudian pengguna Windows 9 versi Technology Peview harus mengunduh update bulanan yang akan disalurkan secara otomatis oleh Microsoft.

Versi final dari sistem operasi ini baru akan dirilis pada 2015 mendatang.

Via : ANTARA News

Minggu, 17 Agustus 2014

Belajar mencintai Tanah Air dari Bung Tomo

Jakarta - "Cintailah Tanah Airmu, apapun keadaannya, apapun nasib rakyatnya, dan apapun yang dialami bangsa ini. Tapi pertama-tama cintai dulu benderamu," demikian pesan Bung Tomo kepada putranya, Bambang Sulistomo.

Bagi tokoh pernah membakar semangat arek-arek Surabaya untuk memukul mundur tentara Inggris dan Belanda dari Kota Pahlawan pada 10 November 1945 itu, mencintai bendera Merah Putih, tidak cukup hanya dengan memasangnya di pekarangan rumah saban perayaan Hari Kemerdekaan.

"Bendera Merah Putih itu bisa dikibarkan di negeri ini karena tetesan air mata, darah, dan nyawa para pejuang. Makna itu yang ditanamkan Bapak," ujar Bambang kepada ANTARA di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu petang (16/8).

Bambang lantas menceritakan kejadian semasa dia kecil, ketika tanpa sengaja dia membakar bendera Merah Putih di atas kompor minyak tanah yang menyala.

Kala itu dia bermain-main dengan bendera Merah Putih berukuran kecil yang diikat pada sebatang lidi dan dikibarkan ke sana kemari. Bendera kemudian jatuh, masuk ke got, sehingga Bambang berusaha mengeringkannya di atas kompor minyak yang sedang menyala. Tapi bendera itu malah jadi terbakar.

"Waktu itu Bapak marah, marah sekali sama saya," kenang dia tentang ayahnya, Sutomo, atau Bung Tomo, pahlawan nasional asal Surabaya.

Bambang mengatakan bahwa penghormatan terhadap Merah Putih seharusnya tidak hanya dilakukan dengan memasangnya setiap peringatan Hari Kemerdekaan.

Ia kemudian menyebut cara Amerika Serikat menghargai bendera nasionalnya sebagai contoh. Bendera nasional negara itu selalu muncul dalam film-film buatan mereka, sekalipun hanya sekilas saja.

"Di film-film Indonesia, mana ada begitu," kata dia.

Selain mengajarkan anaknya mencintai Merah Putih, Bung Tomo juga menggembleng anak-anaknya agar memaknai kemerdekaan dengan mencintai lagu kebangsaan Indonesia Raya, Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, serta menghormati para pejuang.

"Makanya waktu saya kecil, bapak mengajarkan kalau lihat pahlawan harus pasang sikap sempurna lalu hormat, sekali pun di dalam mobil," kata dia.


Pesan Bagi Pemuda
Selaku Ketua Bidang Nilai-Nilai Kepahlawanan Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia, Bambang menilai kebanyakan generasi muda sekarang belum memahami nilai hakiki dari perjuangan para pahlawan, yakni nilai-nilai ketulusan, kejujuran dan keberanian.

"Sekarang itu praktiknya jual beli hukum, korupsi, itu kan bertentangan dengan nilai-nilai kepahlawanan yang tulus, jujur dan berani," katanya.

Bambang berharap generasi muda saat ini dapat mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dengan mengangkat harkat dan martabat bangsa agar setara dengan negara lain, dan dengan menegakkan keadilan.

Sebab, menurut dia, kekuasaan tanpa keadilan adalah kekuasaan yang cenderung korup.

Ia juga berharap, anak-anak muda aktif mengawasi setiap kebijakan eksekutif, yudikatif maupun legislatif.

"Untuk menegakkan keadilan dan mengawasi kebijakan, anak muda tidak harus mendirikan partai politik. Semua bisa dilakukan dengan kekuatan moral, layaknya apa yang terjadi pada tahun 1965, dan 1998 di mana kekuatan moral anak muda bisa menumbangkan rezim," jelas dia.

Via : ANTARA News